6/13/14

Kamu dan Aku


Kamu.

Ya, kamu. Yang sedang berjalan sendirian menuju keberadaan segerombolan teman-temanmu. Dengan langkah acuh, matamu memandang lurus kedepan. Tak menghiraukan keberadaanku yang sejak tadi memandangimu dibalik punggungmu.

Kamu.

Benar, kamu. Yang sedang tertawa lebar karena guyonan temanmu menggelitik perutmu. Menunjukan deretan gigi dan sipit matamu, yang makin membuatku meleleh. Cukup. Kini suara tawamu telah menerobos masuk lorong telingaku dan berhasil membuat bibirku melengkung.

Kamu.

Hanya kamu. Yang mampu mengalihkan konsentrasiku hanya dengan melewati koridor kelasku. Acuhmu membuatku rindu. Senyummu menimbulkan letupan kecil yang mampu membuatku menggila. Dan mungkin kini aku sudah mulai tidak waras karena lirikanmu yang terjadi sepersekian detik lalu.

Kamu.

Pasti kamu. Yang pandai menguasai isi hati ini sedetik setelah kita berpapasan. Kamu bagaikan seekor kupu-kupu yang hinggap di dalam perutku. Sangat menggelitik dan cukup membuatku berbunga-bunga. Meski tak ada sapaan, namun cukup membuatku terkesan.

.


Aku.

Ya, aku. Seonggok daging teracuhkan yang gemar memandangi punggungmu. Aku ada di dekatmu, meski rasanya dinding ini sangat mengganggu pandanganku. Aku selalu memandangimu dan kamu selalu memandanginya.

Aku.

Benar, aku. Bayang semu yang selalu menghantui jejakmu. Tersenyum melihatmu tersenyum dan tertawa melihatmu tertawa. Berusaha menyapa, namun tersadar akan kesemuanku. Aku tak pernah nyata, namun perasaan ini sangatlah nyata.

Aku.

Hanya aku. Yang mampu membungkam rasa ini, meski rindu telah menyesaki dada. Yang sanggup menjahit mulut sekian lamanya, agar tak ada yang pernah tahu keberadaan rasa ini. Yang rela membungkam batin, agar tidak terus membesarkan rasa. Karena rasa ini kalah besar dengan gengsi.

Aku.

Pasti aku. Yang selalu berusaha keluar dari kesemuan ini, menyapamu dengan nyataku. Tak pernah putus asa mencoba mengajakmu bercengkrama, meski gengsi ini tak pernah tunduk. Melawan aral hanya demi melihat antusiasnya dirimu.

Pasti aku,
Yang tak pernah percaya diri untuk menyapamu,
Dan memberitahu keberadaan rasa ini.


Recommendation by