9/24/11

HACHIKO

Berawal dari seorang bapak bernama Alexavier, sebut saja Pak Alex. Dan istrinya bernama Ayalisse, sebut saja Bu Alisse. Suami istri ini mempunyai seorang anak yang bernama Janessa. Janessa menikah dengan seorang pemuda dari Inggris bernama Marcell. Pak Alex dan Bu Alisse tinggal di Gothic Complex. Pak Alex bekerja sebagai dosen di salah satu Universitas ternama di kotanya. Bu Allisse bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa.

***

Pak Alex mengawali harinya dengan sarapan pagi, dan dilanjutkan pergi bekerja paka pukul 08.00 pagi nanti. "Hari ini kita sarapan apa?" tanya Pak Alex kepada Istrinya, Bu Alisse. "Hari ini kita makan pasta :)" jawab Bu Alisse dengan senyuman manisnya. Setelah sarapan Pak Alex pergi bekerja dengan menggunakan tranport kereta api. "Aku berangkat yaa" kata Pak Alex "Iya, hati-hati ya" kata Bu Alisse sambil memberi satu kecupan di pipi Pak Alex "Bye" kata Pak Alex.

***

Saat di Stasiun, Pak Alex melihat sebuah kardus kecil seukuran kardus sepatu berjalan sendiri dan arahnya tidak menentu. Pak Alex mendekati kardus kecil tersebut, tapi kardus tersebut berjalan lagi. Pak Alex langsung mengambil kardus kecil tersebut dan membukanya. Dan ternyata isinya adalah seekor anak anjing. Anak anjing tersebut terlihat ketakutan ketika melihat Pak Alex membuka kardus kecil tersebut. Terpaksa, Pak Alex membawa anak anjing itu ke tempat kerjanya.
Saat di tempat kerja..
Pak Alex sedang menjelaskan sebuah mata kuliah kepada murid-muridnya. Dari pelajaran itu mulai tas Pak Alex bergerak-gerak dan membuat konsenterasi Pak Alex buyar. Ya, anak anjing itu penyebabnya. Saat jam istirahat. Pak Alex mengambil anak anjing itu dari tasnya "Hey! Kamu tau? Kamu menyebabkanku tidak berkonsentrasi saat mengajar tadi!!" kata Pak Alex, anak anjing itu mulai ketakutan dan menggonggong kecil. "Apa? Aku tidak mengerti maksud mu!" kata Pak Alex, lalu Pak Alex manaruh lagi anjing kecil itu kedalam tasnya dan pergi ke kantin. Pak Alex membeli 1 buah hot dog dan satu buah soda, lalu dia kembali ke tempat dia menaruh tasnya. Pak Alex mengeluarkan anjing kecil itu dari tasnya lagi "kamu mau ini?" kata Pak Alex menawarkan, anjing kecil itu mendekati 'hot dog' di tangan kanan Pak Alex "Ini, makanlah" kata Pak Alex yang menaruh hotdognya dilantai, anjing kecil itu langsung menyerbu hot dog yang diberikan Pak Alex.

***

Saat pulang bekerja Pak Alex membawa anak anjing itu ke rumahnya "Alisse" Pak Alex memanggil istrinya itu "Iya? Kamu sudah pulang?" kata Bu Alisse "Ya, hmm.. Alisse" kata Pak Alex ragu mengatakan "Kenapa?" tanya Bu Alisse "Aku.. hmm" kata Pak Alex masih ragu mengatakannya "Kenapa? Ada apa??" Tanya Bu Alisse ingin tau "Aku membawa seekor anak anjing yang ku temukan di statsiun tadi" kata Pak Alex "Apa?!" kata Bu Alisse "Aku gak suka sama anjing sayang.. Lebih baik kamu bang lagi anak anjing itu!" kata Bu Alisse melanjutkan kata-katanya "Oke" kata Pak Alex mengalah. Saat itu juga Pak Alex membuang anak anjing itu tapi anak anjing itu masih tetap di depan pintu teras Pak Alex "Hey! Pergi kau anjing kecil!" kata Pak Alex, namun anak anjing itu hanya menjawab dengan gonggongannya saja. Pak Alex lalu masuk ke dalam rumahnya. Hari itu badai datang, Pak Alex mulai ragu dengan pembuangan ananak anjing itu. "Alisse, apa aku boleh membawa anak anjing itu ke dalam rumah ini lagi?" tanya Pak Alex "Tidak" jawab singkat Bu Alisse "Aku berjanji tidak akan mendekati anak anjing itu ke kamu, di luar sana akan ada badai Alisse" kata Pak Alex "baiklah" kata Bu Alisse. Pak Alex lalu pergi keluar rumah yang dingin itu untuk mengambil anak anjing itu lagi "Hey! Anjing kecil yang nakal! Dimana kamu?!" kata Pak Alex, Pak Alex tidak mendengar suara gonggongan kecil atau suara apapun. Yang ada hanya angin yang bertiup kencang "Anjing kecil!! Kemarilah!!" kata Pak Alex, lalu pak alex melihat semak-semak yang bergerak. PakAlex mendekati semak-semak itu dan melihat ada seekor anak anjing yang sedang berusaha menutupi badannya dari angin badai. "Oh, kasihan.. Kemarilah anjing manis" kata Pak Alex. Lalu Pak Alex membawa anak anjing itu ke dalam rumahnya. "Alisse, apa nama yang cocok buat anak anjing ini?" tanya Pak Alex "Aku tidak peduli!" kata Bu Alisse yang langsung pergi. Sepertinya Bu Alisse keberatan ada seekor anak anjing di rumahnya.

***

Hari ini Janessa dan Marcell akan berkunjung ke rumah Pak Alex. "Sayang.. Bangun sayang.." kata Bu Alisse "Hmm.. Ada apa?" kata Pak Alex "Hari ini waktunya untuk membuang anak anjing itu lagi" kata Bu Alisse girang "Oh tidak!" kata Pak Alex "Hari ini Janessa akan datang. Aku tidak mau melihat anak anjing itu masih disini!" kata Bu Alisse "Ya ya ya! Baiklah!" Kata Pak Alex. Pak Alex bangun dan langsung mandi, tidak memperdulikan kata-kata istrinya tadi. "Ibu.. Ayaahh...." kata seseorang dibalik pintu depan, "Iyaa? Sebentar.." kata Bu Alisse, Bu Alisse pun membuka pintunya "Janessa..!!" Kata Bu Alisse, ternyata itu Janessa "Aku kangen bu.." Kata Jannesa sambil memeluk Ibunya "Ibu juga, sayang" kata Bu Alisse "Ayah mana, Bu?" tanya Janessa sambil melepaskan pelukannya "Entahlah" kata Bu Alisse "Aku disini" kata Pak Alex dengan membawa anak anjing itu "Yaampuunn... Lucu!" kata Janessa sambil menggendong anak anjing itu "Bawa anjing kecil itu kemari, aku akan membuangnya" kata Pak Alex dengan raut muka malas "Apa? Jangan dibuang Ayah!" kata Janessa "Tapi Ibumu menyuruh ku untuk membuangnya" kata Pak Alex "Ayolah Bu! Sekali saja bu, aku ingin mempunyai anjing :)" kata Janessa "Uhmm.. Baiklah! tapi jangan dekati anjing itu ke Ibu ya!" kata Bu Alisse "Baik bu, aku akan membaw anjing ini ke rumah ku!" Kata Janessa. "Kamu mau memberi nama anak anjing itu apa?" tanya Ayah "Hmm.. Entahlah, mungkin.. Hachiko! Ya Hachiko!" kata Jenessa

***
Seminggu kemudian setelah kehadiran anak anjing yang diberi nama Hachiko, Janessa dan Marcell kembali datang ke rumah Bu Alisse dan Pak Alex "Ayaah.. Ibbuuu.." kata Janessa "Janessa? Ada apa nak? Kenapa kesini lagi?" Tanya Bu Alisse "Aku hamil :D" kata Bu Alisse. Berita mengejutkan itu pun diketahui oleh Pak Alex yang sedang bekerja. Setelah keluarga kecil itu berkumpul, Pak Alex merundingkan "Kalau begitu.. Hachiko harus kita rawat di rumah ini" kata Pak Alex "TIDAK!" kata Bu Alisse "Alisse, Janessa akan mempunyai anak. Kamu tidak maukan Hachiko menggagu anak Janessa?" kata Pak Alex "Biarkan Hachiko tinggal di rumah kita. Aku akan merawatnya. Aku janji." kata Pak Alex melanjutkan perkataannya.
Hachiko sekarang benar-benar dirawat dengan baik oleh Pak Alex. Setiap Pak Alex berangkat kerja Hachiko selalu mengantarkan dan setiap Pak Alex pulang Hachiko selalu menjemputnya. Jadi Hachiko tau betul jadwal kerja Pak Alex.

Setahun kemudian..
Janessa memang sudah melahirkan dan mempunyai seorang anak laki-laki yang diberi nama Glory. Hachiko pun sudah besar, dan Pak Alex beranjak tua. Saat itu, Pak Alex ingin pergi bekerja tetapi Hachiko tidak membolehkannya "Aku ingin bekerja dulu" kata Pak Alex, tapi Hachiko malah menarik celana Pak Alex "Ayolah Hachiko! Aku akan telat! Oke.. Kamu ikut mengantarku sampai stasiun saja yaa?" Kata Pak Alex, tapi Hachiko menggonggong dengan keras. Pak Alex tetap berjalan ke arah stasiun dengan berlari. Pak Alex pun berhenti sejenak tetapi Hachiko ada dibelakangnya tepat "Okee.. Sampai disini saja kamu mengantarku, jemputlah aku Pk. 5 sore nanti!" kata Pak Alex sambil mengelus bulu hachiko dan menciumnya.

Saat di tempat kerja Pak Alex..
Pak Alex menceritakan kepada murid-muridnya bahwa dia mempunyai seekor anjing yang bernama Hachiko "...hewan suka dimanja, kalau kita memanjakan hewan aku yakin hewan itu aku berbaik hati dan setia kepada majikannya.." dan tiba-tiba Pak Alex merasa sakit dibagian jantungnya, dan Pak Alex terjatuh pingsan. Rekan kerja Pak Alex mengatakan Pak Alex terkena serangan jantung dan sekarang Pak Alex sudah tiada. Ya, Pak Alex meninggal. Keluarga Pak Alex pun sudah mengetahuinya dan sangat shock ketika mendapat berita seperti itu.

Tepat pukul 5 sore..
Hachiko berlari kearah stasiun dan berdiri tegak di depan pintu gerbang stasiun. Ya, dia menunggu sang majikan, Pak Alex. Hachiko memang tidak tau apa yang sedang terjadi. Tapi dia tetap menunggu dan menunggu sampai Pak Alex datang.

***

2 tahun kemudian..
Hachiko masih tetap di depan Gerbang stasiun dan badai pun datang.. Hachiko seakan tidak peduli dengan cuaca apa pun. Yang dia inginkan hanyalah majikannya kembali. BRAAKKK.. Badan Hachiko terjatuh ditanah saat salju turun. Hachiko yang tadinya menanti sang majikan, sekarang dia menyusul majikan. Ya, dia meninggal tepat pada pukul 5 sore di tempat dia berdiri 2 tahun yang lalu..

THE END